Kesehatan

Cara Menenangkan Hati dan Pikiran di Usia Tua: Berdamai dengan 5 Beban Batin

Perkiraan 15 menit baca Bagikan ↓
Ilustrasi cara menenangkan hati dan pikiran di usia tua: lansia bermeditasi dan bernapas tenang di samping secangkir teh dengan ombak lembut — pensiun.pro

Cara Menenangkan Hati dan Pikiran di Usia Tua: Berdamai dengan 5 Beban Batin

Diperbarui 9 Oktober 2026 · Redaksi Pensiun.Pro · Waktu baca 10 menit

Hari pertama setelah pensiun, alarm tidak lagi berbunyi pukul lima. Anda bangun juga, karena kebiasaan puluhan tahun. Kopi sudah di meja, ponsel sudah di tangan, dan jam baru menunjukkan pukul enam. Tidak ada rapat, tidak ada laporan, tidak ada yang menunggu keputusan Anda.

Anda mengira rasanya akan lega. Kadang memang lega. Tetapi di sela hari yang longgar itu, pikiran justru ramai sendiri: uang pensiun cukup atau tidak, anak yang belum memberi kabar, keputusan lama yang masih terasa mengganjal. Kalau ini yang Anda alami, Anda tidak sendirian, dan tidak ada yang salah dengan Anda.

Tulisan ini menjelaskan kenapa hati bisa sulit tenang justru saat hidup sudah tidak sibuk. Anda akan mengenali lima beban batin yang sering tidak disadari, lalu mencoba satu latihan refleksi sederhana bernama Metode 3 Lingkaran Ketenangan.

Resume

Hati sulit tenang di usia tua sering terjadi karena peran, jadwal, dan sumber rasa berharga yang dulu Anda pegang sudah berubah, bukan karena Anda lemah. Cara menenangkannya dimulai dari mengenali beban batin yang sedang Anda pikul: merasa tidak dibutuhkan, terlalu memikirkan anak, sulit berdamai dengan masa lalu, takut menjadi beban, dan bingung untuk apa bangun pagi. Setelah itu, pilah setiap kekhawatiran ke tiga lingkaran: yang bisa dikendalikan, yang bisa diupayakan tetapi tidak bisa ditentukan hasilnya, dan yang perlu diterima. Tambahkan rutinitas pagi 10 menit dan satu kegiatan bermakna yang melibatkan orang lain, dan temui tenaga kesehatan jika gelisah berlangsung lebih dari dua minggu.

Yang perlu diluruskan dulu

Ketenangan hati bukan berarti pikiran negatif hilang sama sekali. Orang yang tampak tenang di usia tua tetap punya kekhawatiran. Bedanya, mereka tahu mana yang perlu diusahakan, mana yang perlu dilepaskan, dan mana yang patut disyukuri.

Satu hal lagi yang perlu kami sampaikan terus terang: Metode 3 Lingkaran Ketenangan adalah kerangka refleksi buatan redaksi Pensiun.Pro. Ini bukan metode terapi klinis dan belum divalidasi secara ilmiah. Anggap sebagai alat bantu berpikir, bukan pengganti dokter atau psikolog.

Mengapa Hati Masih Gelisah Padahal Tanggung Jawab Sudah Berkurang?

Pensiun tidak otomatis membuat orang murung. Banyak pensiunan justru menikmati masa ini. Tetapi pensiun memang mengubah banyak hal sekaligus: jadwal harian, penghasilan, lingkaran pergaulan, dan terutama peran. Selama puluhan tahun, jabatan, jam kerja, dan gaji tanggal muda ikut menjawab pertanyaan “saya ini siapa, dan berguna untuk apa”. Begitu semuanya berhenti di satu tanggal, pertanyaan itu harus Anda jawab sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat bahwa kehilangan orang tercinta, penghasilan yang berkurang, dan hilangnya rasa punya tujuan setelah pensiun termasuk tekanan yang dapat memengaruhi kesehatan mental di usia lanjut. Kesepian dan keterasingan sosial disebut sebagai faktor risiko penting, dan sekitar satu dari empat orang lanjut usia mengalaminya. Menurut lembar fakta WHO tentang kesehatan mental lansia yang diperbarui Juli 2026, sekitar 15 persen orang berusia 70 tahun ke atas hidup dengan gangguan mental, dan banyak yang tidak terdeteksi karena orang segan bercerita.

Kabar baiknya, WHO juga menyebut hal yang membantu: tetap terhubung dengan orang lain, aktif bergerak, punya kegiatan bermakna seperti kegiatan sosial atau menjadi relawan, dan merasa aman secara finansial. Perhatikan bahwa daftar itu tidak berisi “berhenti berpikir”. Ketenangan lebih banyak datang dari cara Anda menjalani hari.

Ada satu pengamatan sederhana dari kami. Pikiran yang biasa mengurus puluhan urusan kantor cenderung mencari sasaran baru ketika urusan itu hilang, dan sasaran yang paling mudah ditemukan adalah kekhawatiran. Hari yang kosong belum tentu hari yang tenang.

5 Beban Batin yang Sering Membuat Pikiran Tidak Tenang di Usia Tua

Kelima beban ini adalah hipotesis editorial kami dari pola cerita yang sering muncul di kalangan pensiunan Indonesia. Ini bukan temuan yang pasti dialami semua orang. Mungkin satu atau dua cocok dengan Anda, mungkin tidak ada sama sekali. Nama dan cerita di bawah ini rekaan redaksi sebagai gambaran situasi, bukan wawancara dengan orang sungguhan.

5 Beban Batin di Usia Tua dan lingkaran yang paling membantu 1 Merasa tidak dibutuhkan lagi Pendapat terasa kurang didengar Upayakan: peran baru yang nyata 2 Terlalu memikirkan anak Cemas soal rumah tangga mereka Upayakan, lepaskan hasilnya 3 Sulit berdamai dengan masa lalu Menyesali keputusan yang lewat Terima: yang tak bisa diubah 4 Takut menjadi beban keluarga Cemas sakit dan tabungan menipis Kendalikan: rencana dan kesehatan 5 Bangun pagi tanpa tujuan Hari terasa kosong tanpa jadwal Kendalikan: satu kegiatan pagi Diusahakan, dilepaskan, disyukuri Kerangka refleksi Pensiun.Pro, bukan terapi klinis
Lima beban batin yang sering muncul, dan lingkaran yang paling membantu untuk masing-masing.

1Merasa tidak dibutuhkan lagi

Lingkaran utama: Upayakan

Gambaran: Pak Hadi, 62 tahun, dulu kepala bagian dan semua orang di rumah menunggu keputusannya. Kini anaknya memilih sekolah cucu tanpa bertanya dulu. Ia mengangguk di meja makan, lalu duduk diam di teras sampai malam.

Refleksi: Yang hilang bukan kasih sayang keluarga, melainkan peran yang jelas. Tanyakan pada diri sendiri: yang saya rindukan itu memutuskan, atau dihargai?

Langkah kecil: Tawarkan satu bantuan yang nyata dan rutin, misalnya mengantar cucu ke sekolah setiap Selasa atau mengajari anak tetangga memperbaiki sepeda. Peran baru tumbuh dari sumbangan kecil yang konsisten, bukan dari menunggu diminta.

2Terlalu memikirkan kehidupan anak

Lingkaran utama: Upayakan, lalu terima

Gambaran: Bu Ratna, 64 tahun, tahu cicilan rumah anak sulungnya masih lama. Ia tidak pernah diminta ikut menanggung, tetapi hampir tiap malam menghitung dalam kepala dari mana uangnya.

Refleksi: Anda memang tetap orang tua mereka, tetapi rumah tangga itu kini dikemudikan orang lain. Mengkhawatirkan mereka wajar. Masalahnya muncul ketika kekhawatiran itu mengambil tidur Anda tanpa mengubah apa pun bagi mereka.

Langkah kecil: Tentukan satu bentuk bantuan yang sanggup Anda beri tanpa mengganggu keuangan sendiri, misalnya menelepon setiap Minggu sore. Beri pendapat kalau diminta. Kalau tidak diminta, doakan dan percayakan.

3Sulit berdamai dengan masa lalu

Lingkaran utama: Terima

Gambaran: Pak Joko, 67 tahun, masih sering teringat uang tabungan yang dulu ia pinjamkan ke kerabat dan tidak pernah kembali, juga nada suaranya yang dulu terlalu keras pada anak sulung. Kenangan itu selalu datang tepat saat ia hendak tidur.

Refleksi: Masa lalu tidak bisa diedit, tetapi cara Anda membawanya bisa berubah. Tanyakan: adakah satu hal yang masih bisa diperbaiki hari ini, misalnya meminta maaf? Kalau tidak ada, itu masuk lingkaran terima.

Langkah kecil: Tulis satu penyesalan di selembar kertas, lalu tulis di bawahnya satu pelajaran yang Anda ambil. Kalau orangnya masih bisa dihubungi, kirim pesan singkat yang jujur, tanpa menuntut balasan.

4Takut menjadi beban keluarga

Lingkaran utama: Kendalikan

Gambaran: Bu Sri, 69 tahun, menyembunyikan lututnya yang nyeri supaya anak tidak repot. Tiap bulan ia juga menghitung sisa tabungan dan takut biaya berobat akan menghabiskannya.

Refleksi: Ketakutan ini biasanya berisi dua hal berbeda: takut sakit, dan takut uang habis. Keduanya punya bagian yang bisa Anda kerjakan sekarang, jadi jangan dibiarkan menumpuk menjadi satu kecemasan besar.

Langkah kecil: Catat kebutuhan bulanan Anda dengan rapi, dan pelajari cara menghitung kebutuhan bulanan pensiunan supaya angka yang Anda takutkan menjadi angka yang Anda tahu. Lalu jadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin, misalnya lewat posyandu lansia atau puskesmas terdekat.

5Tidak tahu untuk apa bangun pagi

Lingkaran utama: Kendalikan

Gambaran: Pak Anton, 61 tahun, sebulan setelah pensiun mulai bangun makin siang. Katanya, buat apa cepat-cepat? Siangnya ia merasa bersalah karena bangun kesiangan, dan malamnya sulit tidur.

Refleksi: Dulu jadwal kantor memberi alasan bangun tanpa perlu dipikirkan. Sekarang alasan itu harus Anda buat sendiri, dan alasan yang paling awet biasanya melibatkan orang lain.

Langkah kecil: Pilih satu kegiatan pagi yang tetap, misalnya jalan kaki bersama tetangga, merawat kebun, atau membuka warung kecil. Pakai jam bangun yang sama setiap hari selama dua minggu, lalu lihat bedanya.

Metode 3 Lingkaran Ketenangan untuk Mengurangi Beban Pikiran

Semua beban tadi punya benang merah: kita menghabiskan tenaga pada hal yang bukan wilayah kita. Metode ini membantu Anda memilah. Setiap kali satu kekhawatiran muncul, tanyakan tiga pertanyaan berikut secara berurutan, mulai dari lingkaran paling dalam.

Metode 3 Lingkaran Ketenangan Mulai dari lingkaran terdalam, lalu keluar Terima masa lalu, usia Upayakan hubungan dengan anak Kendalikan jadwal tidur pengeluaran Apa yang masih bisa saya kendalikan? Jadwal tidur, pengeluaran harian, aktivitas pagi Apa yang bisa saya upayakan, tapi hasilnya tidak saya tentukan? Hubungan dengan anak, silaturahmi dengan teman Apa yang perlu saya belajar terima? Masa lalu, perubahan usia, pilihan orang lain Kerangka refleksi Pensiun.Pro, bukan terapi klinis
Tiga lingkaran: yang bisa dikendalikan di pusat, yang bisa diupayakan di lingkaran tengah, dan yang perlu diterima di lingkaran terluar.

1Kendalikan

Apa yang masih bisa saya kendalikan? Contohnya jadwal tidur, pengeluaran sehari-hari, cara Anda menanggapi ucapan orang lain, dan aktivitas pagi. Semua yang ada di lingkaran ini boleh Anda ubah mulai besok.

2Upayakan

Apa yang bisa saya upayakan, tetapi tidak bisa saya tentukan hasilnya? Contohnya hubungan dengan anak, mengajak teman bersilaturahmi, dan menjaga komunikasi dengan pasangan. Tugas Anda di sini adalah berusaha dengan tulus. Hasilnya bukan hak Anda.

3Terima

Apa yang perlu saya belajar terima? Contohnya masa lalu yang tidak dapat diubah, perubahan usia, dan pilihan hidup orang lain. Menerima tidak berarti setuju atau menyerah. Artinya berhenti menghabiskan tenaga pada hal yang tidak bisa digeser.

Satu kekhawatiran bisa pecah ke tiga lingkaran sekaligus, dan itu normal. Justru di situ sering terasa lega: yang tadinya satu gumpalan besar ternyata terdiri dari satu tugas kecil, satu usaha, dan satu hal yang boleh dilepas.

Lembar kerja tiga lingkaran

Kekhawatiran saya hari ini:

Kendalikan. Yang bisa saya lakukan sendiri:

Upayakan. Yang bisa saya usahakan, dan hasilnya saya serahkan:

Terima. Yang perlu saya lepaskan:

Satu langkah kecil untuk besok pagi:

Salin ke buku catatan, atau cetak halaman ini lewat menu cetak di browser Anda.

Contoh Menghadapi Kekhawatiran tentang Anak, Uang Pensiun, dan Kesehatan

Teori terasa jauh sampai dicoba pada kekhawatiran yang nyata. Tabel berikut menunjukkan bagaimana satu pikiran yang menekan bisa berubah setelah dipilah. Perhatikan bahwa kekhawatirannya tidak hilang. Yang berubah adalah ke mana tenaga Anda diarahkan.

Contoh sebelum dan sesudah memilah kekhawatiran ke tiga lingkaran
KekhawatiranSebelumSesudah memilah
Anak“Anak saya tiga hari belum memberi kabar. Jangan-jangan ada masalah.”Kendalikan: kirim satu pesan singkat. Upayakan: tawarkan telepon akhir pekan. Terima: dia sibuk, dan itu belum tentu tanda Anda ditinggalkan.
Uang pensiun“Uang pensiun pasti tidak cukup sampai saya tua.”Kendalikan: catat pengeluaran sebulan dan kurangi satu pos. Upayakan: cari penghasilan tambahan yang kecil dan realistis. Terima: harga barang naik, dan itu di luar kuasa Anda.
Kesehatan“Kalau saya sakit parah, siapa yang mengurus saya?”Kendalikan: periksa tekanan darah rutin dan jalan kaki pagi. Upayakan: bicarakan rencana perawatan dengan keluarga. Terima: tubuh menua, dan sebagian risiko tidak bisa dihapus.

Untuk baris kesehatan, bagian yang bisa dikendalikan ternyata cukup panjang. Kalau Anda ingin daftar kebiasaan yang praktis, baca panduan menjaga kesehatan untuk pensiunan di Pensiun.Pro. Bagian yang bisa diupayakan dan diterima justru lebih singkat. Itu gambaran kecil dari prinsip metode ini: biasanya wilayah yang bisa Anda kerjakan lebih luas daripada yang terasa saat sedang cemas.

Rutinitas 10 Menit untuk Melatih Ketenangan Hati Setiap Pagi

Rutinitas ini sukarela. Hari yang berat boleh dilewati tanpa rasa bersalah. Lembaga National Institute on Aging di Amerika Serikat menyarankan lansia mencoba kegiatan yang disukai, berolahraga ringan, menjadi relawan, dan menjaga kontak dengan keluarga, teman, serta tetangga, seperti yang dirangkum dalam panduan tetap terhubung dari NIA. Karena itu, latihan di bawah ini tidak berhenti pada napas. Ujungnya adalah satu kegiatan bermakna.

1

Menit 1 sampai 3: duduk dan bernapas pelan

Duduk nyaman di kursi. Tarik napas lewat hidung sekitar empat hitungan, lalu hembuskan pelan lewat mulut sekitar enam hitungan. Tidak perlu sempurna. Jika pusing, kembali bernapas seperti biasa.

2

Menit 4 sampai 6: pilah satu kekhawatiran

Ambil satu kekhawatiran yang paling mengganggu pagi ini, lalu jawab tiga pertanyaan lingkaran. Cukup satu kekhawatiran, bukan semuanya sekaligus.

3

Menit 7 sampai 9: pilih satu kegiatan bermakna

Pilih satu hal yang melibatkan atau berguna bagi orang lain, misalnya menelepon saudara, menengok tetangga yang sakit, menyiram tanaman bersama cucu, atau mengerjakan satu langkah kecil untuk usaha yang ingin Anda mulai.

TipsMulai dari yang kecil dulu. Kegiatan yang terlalu besar mudah ditunda dan malah menambah rasa bersalah.
4

Menit 10: tulis satu kalimat dan mulai hari

Tulis satu kalimat berbunyi “Hari ini saya akan …” lalu tempel di tempat yang mudah terlihat. Setelah itu mulai hari Anda, termasuk doa atau ibadah pagi bila itu bagian dari kebiasaan Anda.

Kegiatan yang bermakna kadang berbentuk usaha kecil

Dua dari lima beban tadi, merasa tidak dibutuhkan dan takut menjadi beban, sering bertemu di satu titik: Anda ingin punya sesuatu yang dikerjakan sendiri, dan sedikit penghasilan yang tidak bergantung pada siapa pun. Bagi sebagian pensiunan, usaha kecil menjawab itu sekaligus. Ada alasan bangun pagi, ada orang yang berinteraksi dengan Anda, dan ada hasil yang bisa dilihat.

Usaha tentu tidak cocok untuk semua orang, dan sebaiknya jangan dimulai dengan menghabiskan tabungan pensiun. Kalau Anda penasaran usaha apa yang bisa dijalankan di usia pensiun, kami menyusun ebook panduan usaha yang bisa dilakukan para pensiunan. Anda bisa membaca keterangannya dulu sebelum memutuskan. Latihan di atas tetap berjalan tanpa ebook ini.

Lihat panduan usaha untuk pensiunan

Saat Kegelisahan Tidak Kunjung Hilang, Kapan Perlu Mencari Bantuan?

Gelisah sesekali itu wajar. Tetapi ada titik ketika mengolah sendiri tidak lagi cukup, dan mencari bantuan adalah langkah yang sehat, bukan tanda lemah. WHO mencatat bahwa gangguan mental pada lansia sering tidak terdeteksi dan kurang tertangani, antara lain karena rasa malu untuk bercerita. Pertimbangkan menemui tenaga kesehatan bila Anda mengalami beberapa hal berikut:

  • Cemas, sedih, atau gelisah hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu. Dua minggu umum dipakai sebagai patokan awal.
  • Sulit tidur, sering terbangun dini hari, atau justru tidur berlebihan.
  • Nafsu makan berubah drastis, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan minat pada hal yang dulu disukai.
  • Menarik diri dari keluarga dan teman.
  • Kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari, seperti makan teratur, merawat diri, atau mengurus keuangan.
  • Sering merasa tidak berharga atau menyalahkan diri secara berlebihan.

Mulailah dari puskesmas atau dokter umum. Mereka bisa memeriksa kemungkinan penyebab fisik, karena kondisi tertentu atau efek obat kadang memengaruhi suasana hati, lalu merujuk ke psikolog atau psikiater bila perlu. Ajak anak atau pasangan menemani, supaya Anda tidak menghadapinya sendirian.

Jika muncul pikiran untuk mengakhiri hidup atau menyakiti diri, jangan menunggu. Segera hubungi orang terdekat, datang ke IGD rumah sakit terdekat, atau hubungi layanan Healing 119.id dari Kementerian Kesehatan dengan menelepon 119 lalu menekan ekstensi 8. Layanan ini gratis, buka 24 jam, dan tidak memerlukan pendaftaran. Jika saluran penuh, coba lagi sebentar atau langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tentang panduan ini

Disusun oleh Redaksi Pensiun.Pro dan diperiksa terhadap lembar fakta WHO tentang kesehatan mental lansia (diperbarui Juli 2026), panduan National Institute on Aging, dan informasi layanan Healing 119.id dari Kementerian Kesehatan. Metode 3 Lingkaran Ketenangan adalah kerangka refleksi editorial, bukan metode terapi klinis yang telah divalidasi. Nama tokoh dalam contoh adalah rekaan redaksi. Tulisan ini tidak menggantikan nasihat dokter atau psikolog. Menemukan informasi yang sudah tidak sesuai? Beri tahu kami lewat halaman kontak Pensiun.Pro.

Sumber rujukan

Fakta di halaman ini diperiksa terhadap kanal resmi, bukan artikel pihak ketiga. Silakan buka sendiri untuk memverifikasi:

  1. World Health Organization, Mental health of older adults (lembar fakta, diperbarui 20 Juli 2026). Mendukung data prevalensi, faktor risiko, dan hal yang membantu kesehatan mental lansia.
    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-of-older-adults
  2. National Institute on Aging, Stay Connected to Combat Loneliness and Social Isolation. Mendukung saran kegiatan, olahraga ringan, relawan, dan menjaga kontak sosial.
    https://www.nia.nih.gov/health/infographics/stay-connected-combat-loneliness-and-social-isolation
  3. Kementerian Kesehatan RI, FAQ Healing119.id. Mendukung informasi cara menghubungi layanan konseling 119 ekstensi 8.
    https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/FAQ_Cegah_Bunuh_Diri%2C_Dukung_Kesehatan_Jiwa__Kenali_Layanan_Healing119.id.pdf

Pensiun.Pro adalah media independen dan tidak berafiliasi dengan WHO, NIA, maupun Kementerian Kesehatan. Informasi di halaman ini bersifat panduan umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Untuk kepastian atas kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter atau psikolog. Halaman ini terakhir diperiksa pada 9 Oktober 2026.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menenangkan hati dan pikiran di usia tua?

Mulai dari mengenali beban batin yang sedang Anda pikul, lalu pilah setiap kekhawatiran ke tiga lingkaran: yang bisa dikendalikan, yang bisa diupayakan tetapi tidak bisa ditentukan hasilnya, dan yang perlu diterima. Tambahkan rutinitas pagi 10 menit, tetap terhubung dengan orang lain, dan punya satu kegiatan bermakna. Jika gelisah berlangsung lebih dari dua minggu, temui tenaga kesehatan.

Kenapa setelah pensiun justru sering merasa gelisah?

Pensiun mengubah jadwal, penghasilan, pergaulan, dan peran sekaligus. Peran dan rutinitas dulu ikut memberi rasa berharga, jadi ketika berhenti, banyak orang perlu mencari sumber rasa itu yang baru. Tidak semua pensiunan mengalaminya, dan pensiun tidak otomatis membuat orang murung.

Apakah Metode 3 Lingkaran Ketenangan itu terapi?

Bukan. Metode ini kerangka refleksi buatan redaksi Pensiun.Pro, belum divalidasi sebagai metode terapi klinis. Gunakan sebagai alat bantu berpikir. Untuk kecemasan atau kesedihan yang menetap, tetap diperlukan pemeriksaan oleh dokter atau psikolog.

Bagaimana menghadapi pikiran tentang anak yang tidak habis-habis?

Tentukan satu bentuk bantuan yang sanggup Anda beri tanpa membebani keuangan sendiri, misalnya menelepon setiap akhir pekan. Beri pendapat kalau diminta, dan serahkan sisanya pada keputusan mereka. Menurut kerangka tiga lingkaran, hasil hidup anak masuk wilayah yang bisa diupayakan tetapi tidak bisa Anda tentukan.

Apakah membuka usaha di masa pensiun bisa membantu ketenangan hati?

Bagi sebagian pensiunan bisa, karena usaha memberi alasan bangun pagi, kesempatan bertemu orang, dan penghasilan tambahan. Usaha bukan obat kegelisahan dan tidak cocok untuk semua orang. Mulailah dari skala kecil dan jangan memakai seluruh tabungan pensiun sebagai modal.

Berapa lama latihan pagi 10 menit harus dilakukan sebelum terasa manfaatnya?

Tidak ada jaminan waktu, karena tiap orang berbeda. Cobalah rutin selama dua minggu dan perhatikan perubahan tidur, suasana hati, dan semangat menjalani hari. Jika tidak ada perbaikan atau justru memburuk, jangan lanjutkan sendirian dan temui tenaga kesehatan.

Kapan sebaiknya saya ke psikolog atau dokter?

Temui tenaga kesehatan jika cemas atau sedih hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu, tidur dan makan berubah drastis, Anda menarik diri dari orang lain, atau kegiatan sehari-hari terasa sulit. Jika muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi orang terdekat, datang ke IGD terdekat, atau hubungi Healing 119.id lewat telepon 119 ekstensi 8.

Bagikan bacaan ini

Kirim kepada keluarga atau teman yang mungkin membutuhkannya.

Produk Terbaru dari Toko Pensiun Pro

Alat dan panduan pilihan untuk menemani masa pensiun Bapak dan Ibu — langsung dari Toko Pensiun Pro.

Lihat semua produk di Toko Pensiun Pro ↗