Dana

Uang JHT Sebaiknya Digunakan untuk Apa? Urutan Aman Pensiunan 2026

Perkiraan 16 menit baca Bagikan ↓
Ilustrasi panduan penggunaan uang JHT untuk pensiunan — pensiun.pro

Uang JHT Sebaiknya Digunakan untuk Apa? Urutan yang Aman untuk Pensiunan (2026)

Diperbarui 24 September 2026 oleh Redaksi Pensiun.Pro. Waktu baca sekitar 12 menit.

Resume

Untuk pensiunan, pakai uang JHT dengan urutan ini: amankan dulu dana darurat 6 sampai 12 bulan di tempat yang dijamin LPS, lalu bangun pendapatan bulanan dari instrumen yang dijamin negara seperti SBN ritel, siapkan cadangan tarik untuk 3 sampai 5 tahun, baru sisihkan porsi kecil untuk melawan inflasi dan untuk warisan. Jangan pakai JHT untuk usaha besar, pinjaman ke kerabat, atau “investasi” yang menjanjikan hasil jauh di atas SBN. Sebagai patokan September 2026, Rp100 juta di SBN ritel menghasilkan sekitar Rp510 ribu per bulan setelah pajak. Jadi JHT jarang cukup sendirian, dan sisa kebutuhan perlu ditutup dari penghasilan lain.

Yang perlu diluruskan dulu: JHT Anda kemungkinan besar adalah pengganti gaji, bukan uang tambahan

Banyak artikel membahas JHT seperti bonus: bisa buat renovasi, umrah, modal usaha, atau bantu anak. Masalahnya, bagi pekerja swasta yang pensiun tahun ini, hampir tidak ada gaji bulanan lain yang menunggu. Program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan baru berjalan sejak Juli 2015 dan mensyaratkan masa iuran minimal 15 tahun untuk mendapat uang pensiun bulanan. Kalau Anda pensiun di 2026, masa iuran Anda paling lama sekitar 11 tahun. Akibatnya dana JP biasanya dibayarkan sekaligus, bukan per bulan.

Artinya sederhana. Kecuali perusahaan Anda punya dana pensiun sendiri, JHT ditambah pesangon dan JP yang cair sekaligus itulah “gaji” Anda untuk 20 sampai 25 tahun ke depan. Pertanyaannya bukan lagi “enaknya dipakai buat apa”, tetapi “bagaimana uang ini bisa membayar hidup selama mungkin”.

Berapa lama JHT bertahan kalau dipakai untuk hidup sehari-hari?

Mari hitung jujur. Misalkan dana Anda Rp500 juta dan kebutuhan rumah tangga Rp7 juta sebulan. Kami pakai asumsi hasil investasi rata-rata 5% per tahun dan kebutuhan naik 3% per tahun. Angka 3% ini wajar, karena BPS mencatat inflasi tahunan Agustus 2026 sebesar 3,19%.

Hasilnya: kalau seluruh Rp7 juta diambil dari dana itu, uang Rp500 juta habis dalam sekitar 6,5 tahun. Pensiun di usia 56, uang habis di usia 62 atau 63. Kalau yang diambil hanya Rp3 juta sebulan karena sisanya ditutup dari penghasilan lain, dana yang sama bertahan sekitar 16,7 tahun. Selisih Rp4 juta per bulan itu mengubah hidup Anda satu dekade lebih.

Coba hitung angka Anda sendiri di bawah ini. Semua perhitungan terjadi di perangkat Anda, tidak ada data yang dikirim ke mana pun.

Simulasi: berapa lama uang JHT Anda bertahan?

Asumsi: hasil investasi rata-rata 5% per tahun, kebutuhan naik 3% per tahun mengikuti inflasi. Hasil ini perkiraan, bukan janji.

Dana Anda kira-kira bertahan:6,5 tahun

Uang habis sekitar usia 62 tahun.

Kalau seluruh dana ditaruh di SBN ritel dan Anda hanya memakai kuponnya, pemasukannya sekitar Rp2.550.000 per bulan tanpa mengurangi pokok.

Urutan penggunaan uang JHT untuk pensiunan: 5 lapisan

Pensiunan punya satu kelemahan yang tidak dimiliki pekerja aktif: tidak ada gaji untuk menambal kerugian. Karena itu urutan prioritasnya berbeda dari saran investasi pada umumnya. Isi lapisan pertama sampai penuh, baru pindah ke lapisan berikutnya.

1

Amankan modal dan dana darurat

Pisahkan dana darurat dan dana kesehatan setara 6 sampai 12 bulan pengeluaran. Taruh di tabungan dan deposito bank umum yang bisa dicairkan cepat. Di usia 56 ke atas, kebutuhan mendadak paling sering datang dari biaya kesehatan yang tidak ditanggung, perbaikan rumah, atau keluarga yang butuh bantuan.

Yang penting di lapisan ini adalah “dijamin”, bukan “bunga tinggi”. Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, asalkan bunga yang Anda terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Untuk bank umum, angkanya 3,75% sampai 30 September 2026. Cek angka terbaru di situs resmi LPS sebelum membuka deposito.

TipsKalau ada bank yang menawarkan bunga deposito jauh di atas angka LPS, itu bukan rezeki. Itu tanda simpanan Anda tidak akan dijamin kalau bank tersebut bermasalah.
2

Bangun pendapatan bulanan

Porsi terbesar dana Anda sebaiknya menjadi “mesin gaji”: uang yang tidak disentuh pokoknya, tetapi menghasilkan setoran setiap bulan. Untuk pensiunan, pilihan paling masuk akal saat ini adalah SBN ritel karena pokok dan kuponnya dijamin negara dan dibayar bulanan.

Sebagai gambaran, Sukuk Ritel SR025 yang ditawarkan Agustus sampai September 2026 memberi imbalan tetap 6,8% per tahun untuk tenor 3 tahun. Setelah pajak final 10%, Rp100 juta menghasilkan sekitar Rp510 ribu per bulan. Bandingkan dengan deposito bank umum di 3,75% yang dipotong pajak 20%: hasilnya hanya sekitar Rp250 ribu per bulan untuk jumlah yang sama.

Seri berikutnya, SBR015, dijadwalkan dibuka 28 September sampai 22 Oktober 2026 lewat aplikasi bank dan mitra distribusi resmi. Kuponnya diumumkan menjelang masa penawaran.

TipsJangan beli satu seri sekaligus. Bagi ke beberapa seri dengan tanggal jatuh tempo berbeda, misalnya 3 tahun dan 5 tahun. Dengan begitu selalu ada dana yang kembali dalam waktu dekat tanpa perlu menjual di pasar sekunder.
3

Jaga likuiditas dengan cadangan tarik

Kupon SBN jarang cukup menutup semua kebutuhan. Selisihnya diambil dari cadangan tarik: dana untuk 3 sampai 5 tahun yang disimpan di deposito bergulir 3 atau 6 bulan, atau reksa dana pasar uang. Cadangan ini yang Anda kurangi sedikit demi sedikit setiap bulan.

Tujuannya supaya Anda tidak pernah terpaksa menjual SBN atau emas di saat harganya sedang turun hanya karena butuh uang belanja.

TipsBuat “rekening gaji” terpisah. Setiap tanggal 1, pindahkan jumlah yang sama dari cadangan ke rekening itu, lalu hidup dari rekening itu saja. Kebiasaan menerima gaji bulanan membantu Anda tidak mencomot dana besar diam-diam.
4

Sisihkan porsi kecil untuk melawan inflasi

Pensiun bisa berlangsung 20 tahun lebih. Dengan inflasi sekitar 3% per tahun, harga kebutuhan bisa naik hampir dua kali lipat dalam 23 tahun. Karena itu sebagian kecil dana perlu tumbuh lebih cepat dari inflasi.

Batasi di sekitar 10% dari total dana, dan hanya pakai uang yang tidak Anda butuhkan minimal 7 tahun. Pilihan yang umum adalah emas dan reksa dana. Nilainya bisa turun dalam jangka pendek, jadi lapisan ini tidak boleh menjadi sumber uang belanja.

5

Siapkan warisan dengan rapi

Warisan terbaik dari JHT sering kali bukan uang yang dibagikan sekarang, melainkan pokok SBN yang tetap utuh dan orang tua yang tidak merepotkan anaknya secara finansial. Pokok SBN kembali 100% saat jatuh tempo, sehingga bisa diwariskan.

Tulis daftar semua aset, nomor rekening, dan lokasi dokumen. Beri tahu satu orang yang Anda percaya. Bicarakan pembagian dengan keluarga secara terbuka, tetapi jangan membagikan uang sebelum kebutuhan Anda sendiri aman sampai usia 80 atau 85.

TipsPermintaan “pinjam dulu, nanti diganti” dari keluarga adalah salah satu cara JHT paling cepat hilang. Kalau ingin membantu, beri dari lapisan pertumbuhan dan anggap sebagai hadiah, bukan pinjaman.

Simulasi: jika dana pensiun Rp500 juta, bagaimana membaginya?

Kenalkan Pak Hendra, 56 tahun, mantan karyawan swasta di Bekasi. Setelah JHT, JP sekaligus, dan pesangon dipotong pajak, uang yang masuk ke rekeningnya Rp500 juta. Rumahnya sudah lunas, anak bungsunya sudah bekerja, dan pengeluaran rumah tangga berdua dengan istri sekitar Rp7 juta sebulan. Ia tidak punya pensiun bulanan dari mana pun.

Pembagian dana Rp500 juta Pak Hendra dengan 5 lapisan
LapisanTempatJumlahPemasukan per bulan
1. Keamanan: dana darurat dan kesehatanTabungan dan deposito bank umumRp60 jutaTidak diandalkan
2. Pendapatan bulananSBN ritel, dibagi ke tenor 3 dan 5 tahunRp300 juta± Rp1,53 juta
3. Likuiditas: cadangan tarik 5 tahunDeposito bergulir atau reksa dana pasar uangRp90 jutaRp1,5 juta ditarik
4. Pertumbuhan melawan inflasiEmas dan reksa dana jangka panjangRp50 jutaTidak disentuh
5. WarisanPokok SBN di lapisan 2 yang tetap utuh, plus rumah(sudah termasuk)Tidak disentuh
TotalRp500 juta± Rp3 juta

Pembagian ini aman. Pokok Rp300 juta tidak berkurang, ada dana darurat, dan ada bagian yang tumbuh. Tetapi lihat baris terakhir: pemasukannya sekitar Rp3 juta, sementara kebutuhannya Rp7 juta. Masih kurang Rp4 juta setiap bulan.

Kalau Pak Hendra menutup kekurangan itu dengan terus menarik pokok, kita sudah tahu hasilnya dari simulasi di atas: uang habis sebelum usia 63. Pilihan yang tersisa hanya dua, yaitu memangkas pengeluaran atau menambah pemasukan. Memangkas biasanya hanya bisa sampai titik tertentu. Menambah pemasukan jauh lebih berpengaruh.

Lapisan yang tidak bisa dibeli dengan JHT: penghasilan dari apa yang sudah Anda miliki

Pembagian JHT yang rapi menjaga modal Anda. Tapi, seperti kasus Pak Hendra, pembagian serapi apa pun jarang menutup seluruh kebutuhan bulanan. Kabar baiknya, kebanyakan pensiunan sudah memegang sumber penghasilan yang belum dipakai: kamar kosong, rumah, kendaraan, garasi, serta keahlian dan pengalaman kerja puluhan tahun.

Kami menyusun panduan Cuan dari Aset untuk pensiunan yang ingin mengubah aset dan keahlian itu menjadi penghasilan rutin tanpa menyentuh uang JHT. Kalau selisih Rp2 sampai 4 juta per bulan bisa ditutup dari sini, dana JHT Anda bisa bertahan satu dekade lebih lama.

Lihat panduan Cuan dari Aset (Rp99.000)

Produk digital dari Pensiun.Pro. Harga sekali bayar, tanpa langganan.

Kalau JHT Anda Rp150 juta: skenario yang lebih umum

Tidak semua orang pulang membawa Rp500 juta. Bu Sri, 56 tahun, bekerja 12 tahun di sebuah pabrik dan menerima Rp150 juta. Suaminya masih punya penghasilan dari bengkel kecil, jadi kebutuhan yang harus ditutup dari dana ini sekitar Rp2 juta per bulan.

Dengan Rp150 juta, lapisan yang realistis hanya tiga. Rp40 juta untuk dana darurat, Rp100 juta ke SBN ritel yang menghasilkan sekitar Rp510 ribu per bulan, dan Rp10 juta sebagai modal uji coba usaha kecil. Kalau Bu Sri menarik Rp2 juta setiap bulan dari pokok, uangnya habis dalam sekitar 6,8 tahun. Kalau hanya Rp1 juta, bertahan sekitar 14,8 tahun.

Godaan terbesar di skenario ini adalah memakai seluruh Rp150 juta untuk membuka usaha agar “uangnya berputar”. Kami sarankan sebaliknya: mulai dengan modal yang kalau hilang pun tidak mengguncang hidup Anda, sekitar 10% dari dana. Kalau usaha kecil itu terbukti menghasilkan selama 6 bulan, baru tambah modal dari keuntungannya. Panduan Cara Memulai Berbagai Usaha (Rp30.000) membahas cara menguji usaha dengan modal kecil sebelum mempertaruhkan uang yang lebih besar.

Perbandingan tempat menaruh uang JHT untuk pensiunan

Dinilai dari kacamata pensiunan, per September 2026
TempatKeamanan modalPendapatan bulananMudah dicairkanMelawan inflasiCocok untuk lapisan
Tabungan bank umumDijamin LPSHampir nolSangat mudahKalah1
Deposito bank umumDijamin LPS jika bunga ≤ 3,75%± Rp250 ribu per Rp100 jutaMudah, ada penalti jika dicairkan sebelum waktunyaKalah tipis1 dan 3
SBN ritel kupon tetap (ORI, SR)Dijamin negara± Rp510 ribu per Rp100 juta (SR025)Bisa dijual di pasar sekunder, harga bisa naik atau turunMenang tipis2 dan 5
SBN ritel kupon mengambang (SBR, ST)Dijamin negaraMengikuti suku bunga, ada batas bawahTidak bisa dijual, bisa dicairkan sebagian di masa tertentuMenang tipis2
Reksa dana pasar uangTidak dijamin, risikonya rendahTidak ada setoran tetapMudah, cair beberapa hari kerjaSeimbang3
EmasTidak dijamin, harga naik turunTidak adaMudah, ada selisih harga jual beliBaik untuk jangka panjang4
Usaha atau waralabaPaling berisikoTidak pastiSulitTergantung usahaMaksimal 10%, uji coba
“Investasi” tawaran kenalanSering tidak berizinDijanjikan tinggiSering tidak bisa ditarikTidak relevanHindari

Pajak JHT: berapa yang benar-benar masuk rekening?

Sebelum membagi, pastikan Anda menghitung dari angka bersih. JHT yang dicairkan sekaligus kena PPh final 0% untuk bagian sampai Rp50 juta dan 5% untuk bagian di atasnya. Jadi JHT Rp200 juta dipotong sekitar Rp7,5 juta, dan yang masuk rekening sekitar Rp192,5 juta. Peserta dengan saldo di atas Rp50 juta juga perlu melampirkan NPWP saat mengajukan klaim. Rincian perhitungannya kami bahas di panduan pajak pencairan JHT di atas Rp50 juta.

Saldo JHT, termasuk hasil pengembangannya, bisa Anda cek lebih dulu lewat aplikasi JMO atau situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Pensiunan karena usia bisa mengklaim dengan kartu peserta dan KTP.

6 cara uang JHT habis sebelum waktunya

Sebuah penelitian terhadap pensiunan penerima JHT menemukan bahwa uangnya dipakai untuk biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, membuka usaha, bahkan untuk mengambil pinjaman ke koperasi atau bank, karena dananya dirasa tidak cukup. Pola ini yang perlu diputus.

Kebiasaan yang paling sering menghabiskan JHT, dan penggantinya
KebiasaanKenapa berbahayaYang lebih aman
Langsung membuka usaha dengan sebagian besar danaTidak ada gaji untuk menambal kalau usaha rugi di tahun pertamaUji dengan maksimal 10% dana, tambah modal dari keuntungan
Meminjamkan ke keluarga atau temanSering tidak kembali, dan menagih merusak hubunganBeri sebagai hadiah dari lapisan pertumbuhan, dengan jumlah yang Anda ikhlaskan
Deposito dengan bunga di atas batas LPSSimpanan tidak dijamin jika bank gagalPilih bunga yang sama atau di bawah tingkat bunga penjaminan
“Investasi” dari kenalan atau oknum pegawai bankPada Juni 2026, OJK memanggil direksi Bank Mandiri Taspen setelah muncul kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto oleh mantan pegawainyaCek legalitas lewat Kontak OJK 157, dan curigai imbal hasil jauh di atas SBN
Renovasi besar atau beli mobil baru di tahun pertamaMengambil dana yang seharusnya menjadi mesin gajiTunggu 12 bulan setelah pensiun, lalu pakai hanya dari keuntungan atau lapisan pertumbuhan
Mengambil kredit pensiun di atas JHT yang sudah cairCicilan memotong pemasukan untuk bertahun-tahunHitung dulu apakah kebutuhan bisa ditutup tanpa utang baru

Checklist 30 hari setelah JHT cair

Bulan pertama menentukan. Jalankan daftar ini sebelum mengambil keputusan besar apa pun.

  • Diamkan uangnya di tabungan atau deposito 1 bulan selama 30 hari pertama. Tidak ada keputusan besar sebelum daftar ini selesai.
  • Catat pengeluaran bulanan yang sebenarnya, bukan perkiraan. Pakai rekening koran 3 bulan terakhir.
  • Hitung selisih antara kebutuhan bulanan dan pemasukan yang sudah pasti.
  • Lunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online, karena bunganya lebih tinggi dari hasil investasi mana pun yang aman.
  • Pisahkan dana darurat 6 sampai 12 bulan ke rekening yang berbeda.
  • Siapkan akun di aplikasi bank atau mitra distribusi resmi untuk membeli SBN ritel, dan catat jadwal penawaran berikutnya.
  • Buat rekening gaji dan atur pemindahan otomatis setiap tanggal 1.
  • Tulis daftar aset dan ahli waris, lalu simpan di tempat yang diketahui satu orang kepercayaan.
  • Tolak semua tawaran investasi yang datang dalam 30 hari ini. Penawar yang serius masih ada bulan depan.

JHT hanya satu dari puluhan hal yang perlu dibereskan setelah berhenti bekerja. Kalau Anda ingin daftar lengkapnya, mulai dari BPJS, pajak, sampai rekening, Checklist 90 Hari Setelah Pensiun (Rp10.000) merangkumnya dalam urutan yang bisa dicentang satu per satu.

Langkah berikutnya

Semua pembagian di atas bergantung pada satu angka: berapa kebutuhan bulanan Anda yang sebenarnya. Kalau Anda belum yakin, mulai dari panduan menghitung kebutuhan bulanan pensiunan, lalu kembali ke simulasi di halaman ini dengan angka yang lebih tepat. Lebih baik menghabiskan satu sore untuk menghitung daripada menyadari di usia 62 bahwa uangnya tinggal sedikit.

Pertanyaan yang sering diajukan

Uang JHT sebaiknya digunakan untuk apa oleh pensiunan?

Untuk pensiunan, uang JHT sebaiknya dipakai dengan urutan: dana darurat dan kesehatan di tempat yang dijamin LPS, lalu sumber pendapatan bulanan dari instrumen yang dijamin negara seperti SBN ritel, lalu cadangan tarik 3 sampai 5 tahun, baru porsi kecil untuk melawan inflasi dan warisan. Hindari memakai JHT untuk usaha besar, pinjaman ke kerabat, atau investasi dengan imbal hasil jauh di atas SBN.

Apakah pensiunan swasta tahun 2026 mendapat pensiun bulanan dari BPJS?

Umumnya tidak. Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan baru berjalan sejak Juli 2015 dan mensyaratkan masa iuran minimal 15 tahun untuk manfaat bulanan. Pekerja yang pensiun pada 2026 paling lama baru mengiur sekitar 11 tahun, sehingga dana Jaminan Pensiun biasanya dibayarkan sekaligus. Kecuali perusahaan Anda punya dana pensiun sendiri, JHT dan pesangon praktis menjadi pengganti gaji.

Berapa penghasilan bulanan dari uang JHT Rp100 juta?

Dengan patokan Sukuk Ritel SR025 yang memberi imbalan 6,8 persen per tahun dan pajak final 10 persen, Rp100 juta menghasilkan sekitar Rp510 ribu per bulan. Di deposito bank umum dengan bunga 3,75 persen dan pajak 20 persen, hasilnya sekitar Rp250 ribu per bulan.

Berapa pajak pencairan JHT?

JHT yang dicairkan sekaligus dikenai PPh final 0 persen untuk bagian sampai Rp50 juta dan 5 persen untuk bagian di atas Rp50 juta. Contohnya, JHT Rp200 juta dipotong pajak sekitar Rp7,5 juta. Peserta dengan saldo di atas Rp50 juta juga perlu melampirkan NPWP saat klaim.

Apakah uang JHT boleh dipakai untuk modal usaha?

Boleh, tetapi jangan sebagai porsi utama. Usaha baru punya risiko rugi yang tinggi dan pensiunan tidak punya gaji untuk menambal kerugian. Batasi modal uji coba sekitar 10 persen dari dana, mulai kecil, dan baru tambah modal setelah usaha terbukti menghasilkan.

Apakah aman menaruh uang JHT di deposito BPR dengan bunga tinggi?

Aman sejauh bunga yang Anda terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS untuk BPR dan simpanan per nasabah per bank tidak melebihi Rp2 miliar. Jika bank menjanjikan bunga di atas batas LPS, simpanan Anda tidak dijamin apabila bank tersebut gagal.

Berapa lama uang JHT Rp500 juta bisa bertahan?

Jika Anda menarik Rp7 juta per bulan yang naik mengikuti inflasi 3 persen, dengan hasil investasi rata-rata 5 persen per tahun, Rp500 juta habis dalam sekitar 6,5 tahun. Jika yang ditarik hanya Rp3 juta per bulan karena sisanya ditutup penghasilan lain, dana yang sama bertahan sekitar 16,7 tahun.

Tentang panduan ini

Disusun oleh Redaksi Pensiun.Pro dan diperiksa terhadap data BPS, LPS, BPJS Ketenagakerjaan, dan pengumuman SBN ritel Kementerian Keuangan per September 2026. Suku bunga, kupon SBN, dan aturan pajak bisa berubah, jadi kami meninjau halaman ini setiap kali ada angka baru. Panduan ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi investasi pribadi. Menemukan angka yang sudah tidak sesuai? Beri tahu kami lewat halaman kontak Pensiun.Pro.

Sumber rujukan

  1. Badan Pusat Statistik, inflasi tahunan Agustus 2026 sebesar 3,19%.
    https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/09/01/2611/inflasi-year-on-year–y-on-y–pada-agustus-2026-sebesar-3-19-persen-.html
  2. Lembaga Penjamin Simpanan, tingkat bunga penjaminan dan cakupan penjaminan sampai Rp2 miliar.
    https://lps.go.id/lps-pertahankan-tingkat-bunga-penjaminan-guna-menjaga-kepercayaan-masyarakat-dan-memperkuat-stabilitas-perbankann/
  3. CNBC Indonesia, kenaikan tingkat bunga penjaminan bank umum menjadi 3,75% hingga September 2026.
    https://www.cnbcindonesia.com/market/20260625155210-17-745737/tok-lps-kerek-tingkat-bunga-penjaminan-bank-umum-jadi-375/amp
  4. BPJS Ketenagakerjaan, komponen saldo JHT dan kondisi pencairannya.
    https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/artikel/18913/artikel-berapa-besaran-iuran-jht,-jkk,-jkm,-jp-dan-jkp
  5. Hukumonline, isi Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 tentang pembayaran manfaat JHT dan syarat klaim dengan kartu peserta dan KTP.
    https://www.hukumonline.com/berita/a/4-poin-penting-permenaker-jht-terbaru-lt62789018b6ba3
  6. Bisnis.com, kewajiban melampirkan NPWP untuk klaim JHT dengan saldo di atas Rp50 juta.
    https://finansial.bisnis.com/read/20260206/215/1950680/cara-mencairkan-bpjs-ketenagakerjaan-setelah-resign-ini-syarat-dan-ketentuannya
  7. Bareksa, imbalan resmi SR025 (6,8% dan 6,9%) dan simulasi kupon bersih berdasarkan data DJPPR Kemenkeu.
    https://www.bareksa.com/berita/sbn/2026-08-21/sr025-sudah-bisa-dibeli-imbal-hasil-68-69-tertinggi-sejak-2020-ini-simulasi-kupon-bersih/amp
  8. Bank Mandiri, jadwal penawaran SBN ritel 2026 termasuk SBR015.
    https://www.bankmandiri.co.id/en/jadwal-sbn
  9. CNBC Indonesia, OJK menindaklanjuti dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
    https://cnbcindonesia.com/market/20260604202652-17-740266/ojk-endus-ada-penipuan-berkedok-investasi-di-purwokerto-ini-modusnya
  10. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen, penelitian penggunaan dana JHT oleh pensiunan.
    https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/JIEM/article/download/1897/1066

Bagikan bacaan ini

Kirim kepada keluarga atau teman yang mungkin membutuhkannya.

Produk Terbaru dari Toko Pensiun Pro

Alat dan panduan pilihan untuk menemani masa pensiun Bapak dan Ibu — langsung dari Toko Pensiun Pro.

Lihat semua produk di Toko Pensiun Pro ↗